65 Usulan Masuk Program Saprod Perkebunan, Gun Sriwitanto: Bukti Besarnya Kebutuhan Petani & Harap Program Berjalan Tepat Sasaran

Sinarkalteng.com, MUARA TEWEH –  Sebanyak 65 proposal usulan masuk dalam Program Bantuan Bibit dan Sarana Produksi (Saprodi) Perkebunan Kabupaten Barito Utara Tahun 2026. DPRD Barito Utara menilai banyaknya usulan tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan petani terhadap dukungan pemerintah.

Anggota DPRD Barito Utara, Gun Sriwitanto, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, bantuan bibit dan saprodi menjadi langkah nyata untuk memperkuat sektor perkebunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Gun menyampaikan hal itu usai menghadiri Sosialisasi Bantuan Bibit dan Saprodi Perkebunan Kabupaten Barito Utara Tahun 2026 di Gedung Balai Antang, Muara Teweh, Rabu (29/7/2026).

“Kami di DPRD menyambut baik program bantuan bibit dan saprodi ini. Program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat sektor perkebunan sebagai penopang ekonomi masyarakat,” ujar Gun.

Dia menilai sektor perkebunan memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian masyarakat Barito Utara. Karena itu, program bantuan tersebut diharapkan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan.

Gun mengatakan masuknya 65 proposal dari berbagai wilayah menunjukkan kebutuhan terhadap bibit unggul dan sarana produksi masih cukup besar.

“Ini menunjukkan kebutuhan petani terhadap bibit unggul dan sarana produksi masih sangat besar sehingga program ini perlu terus dilanjutkan,” katanya.

Dia juga meminta proses verifikasi administrasi dan lapangan dilakukan secara objektif, transparan dan sesuai ketentuan.

“Kami berharap seluruh tahapan berjalan dengan baik sehingga bantuan yang diberikan tepat sasaran, mampu meningkatkan hasil produksi perkebunan, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Gun menegaskan DPRD Barito Utara akan terus mendukung program pemerintah daerah yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, terutama sektor pertanian dan perkebunan sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. (Sah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *