Sinarkalteng.com, MUARA TEWEH – Usai melantik 136 pejabat dalam satu gelombang besar di Gedung Balai Antang, Senin (4/5/2026), perhatian publik tertuju pada kenyataan bahwa lebih dari separuh wilayah kecamatan di Barito Utara masih dipimpin pelaksana tugas. Dari sembilan kecamatan, lima di antaranya kini dijabat Plt, bahkan sebagian pejabat tersebut masih merangkap tugas lain—hal yang memicu pertanyaan mengenai efektivitas pelayanan di tingkat paling bawah.
Yang ditetapkan sebagai Plt adalah drg Dwi Agus Setijowati untuk Teweh Baru, Hery Jhon Setiawan untuk Teweh Selatan, Irwanto untuk Gunung Purei, serta Halen Perdana untuk Lahei Barat. Sementara itu, Dudy Bagus P masih melanjutkan tugas sebagai Plt Camat Teweh Tengah. Adapun empat kecamatan lainnya sudah memiliki pemimpin definitif: Mundawan di Teweh Timur, Anwar Hamidi di Lahei, Harry Darmawan di Gunung Timang, dan Hakim Septiawan di Montallat.
Menjawab sorotan tersebut, Bupati H. Shalahuddin menegaskan penunjukan Plt bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari strategi menyusun ulang birokrasi sekaligus tahap penilaian kemampuan aparatur. Menurutnya, pemerintah butuh waktu cukup untuk memastikan sosok yang duduk benar‑benar mampu membawa hasil sesuai target yang ditetapkan.
“Sudah enam bulan kami menjabat, waktunya menata dan memperkuat barisan agar kerja ke depan lebih cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menegaskan status ini tidak permanen. Seluruh pejabat, termasuk para Plt camat, akan terus dipantau kinerjanya secara berkala—setiap enam bulan sekali, dengan batas maksimal penilaian dua tahun. “Siapa yang tidak memenuhi target akan dievaluasi kembali,” tegasnya.
Di tengah tuntutan layanan yang makin cepat dan beragam, masyarakat kini menanti bukti nyata sejauh mana kepemimpinan sementara ini mampu menjaga stabilitas pemerintahan dan mendorong kemajuan di wilayah masing‑masing. (Sah)












