Sinarkalteng,com MUARA TEWEH – Bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) berdiri kokoh. Rumah dinas tenaga kesehatan juga telah tersedia. Jaringan internet dan listrik 24 jam pun sudah masuk ke Desa Haragandang, Kecamatan Lahei. Namun satu hal yang justru paling dibutuhkan warga hingga kini masih belum terpenuhi: tenaga kesehatan.
Kondisi itu dikeluhkan warga saat kunjungan anggota DPRD Barito Utara ke desa tersebut. Arbaduni, salah seorang warga, menyebut fasilitas kesehatan yang ada belum memberikan manfaat maksimal karena tidak ada tenaga medis yang menetap dan melayani masyarakat.
“Percuma membangun pustu dengan bangunan megah kalau tidak ada tenaga medisnya, baik perawat maupun bidan,” ujarnya.
Menurut Arbaduni, tenaga kesehatan hanya terlihat ketika kegiatan Posyandu berlangsung. Setelah itu, masyarakat kembali kesulitan mendapatkan layanan kesehatan dasar.
“Perawat atau tenaga medis biasanya ada saat penimbangan balita di Posyandu. Setelah kegiatan selesai, tenaga medisnya hilang entah ke mana,” katanya.
Keluhan warga bukan tanpa alasan. Arbaduni mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir sudah dua kali terjadi kasus warga meninggal dunia saat hendak melahirkan karena tidak tersedia bidan maupun tenaga medis di desa.
Tak hanya itu, seorang warga juga dilaporkan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit akibat tidak mendapatkan pertolongan awal di tingkat desa.
Kondisi tersebut mendapat perhatian anggota DPRD Barito Utara. Jiham Nur mengaku prihatin karena pelayanan kesehatan dasar seharusnya menjadi hak seluruh masyarakat, termasuk warga yang tinggal di wilayah terpencil.
“Kami sangat prihatin mendengar keluhan warga. Keberadaan tenaga kesehatan sangat penting, terlebih untuk pelayanan dasar masyarakat di desa terpencil,” ujarnya.
Sementara itu, Patih Herman AB menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu memastikan tenaga kesehatan yang ditempatkan di desa benar-benar menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Jangan sampai fasilitas sudah bagus tetapi pelayanan kesehatan tidak berjalan. Ini harus menjadi perhatian serius agar masyarakat mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang layak,” tegasnya.
DPRD Barito Utara berkomitmen mengawal persoalan tersebut dan mendorong pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar pelayanan kesehatan di Desa Haragandang dapat berjalan optimal.
Bagi warga Haragandang, keberadaan tenaga kesehatan bukan sekadar kebutuhan administratif. Kehadiran mereka menjadi harapan agar tidak ada lagi warga yang kehilangan nyawa karena terlambat mendapatkan pertolongan medis. (Sah)
Pustu Berdiri Megah, Tapi Tanpa Nakes: Keluhan Warga Haragandang ke DPRD












