Dukung Sektor Pertanian, DPRD Barito Utara Apresiasi Panen Jagung Hibrida di Kelurahan Melayu

Sinarkalteng.com, MUARA TEWEH – DPRD Kabupaten Barito Utara menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan sektor pertanian jagung hibrida di wilayah setempat. Sebagai wujud nyata, kegiatan panen raya yang digelar di Wilayah Kerja Penyuluhan Pertanian (WKPP) Kelurahan Melayu ini berlangsung mulai akhir Maret hingga awal April 2026.

Panen perdana dilaksanakan pada Senin (30/3/2026) pukul 07.00 WIB di lahan milik Kelompok Tani (Poktan) Tamban Sari, yang berlokasi di Jalan Tamban Sari, arah kawasan pemakaman Wonorejo. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan produksi dan ketahanan pangan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, para petani menyampaikan sejumlah aspirasi penting. Mereka membutuhkan dukungan alat berat seperti mesin pengering dan pencacah jagung agar kualitas hasil panen lebih baik dan proses produksi lebih efisien. Selain itu, saat ini para petani masih menggarap lahan pinjaman seluas sekitar satu hektare, sehingga mereka berharap Pemerintah Daerah dapat membantu menyediakan lahan dengan status hukum yang jelas, baik melalui skema hibah maupun pinjam pakai.

Sementara itu, panen bersama tahap berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 1 April 2026, di lahan Poktan Suara Karya. Lokasinya berada di Jalan Fungsi Tunggal KM berapa, tepat di samping SMK 2 Muara Teweh.

Ketua Komisi II DPRD Barito Utara, H. Taufik Nugraha, menegaskan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi semangat para petani dalam mengembangkan komoditas jagung hibrida ini.

“Kami sangat mengapresiasi langkah para kelompok tani ini. Ini adalah upaya positif yang tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan, tapi juga mendongkrak perekonomian masyarakat,” ujar Taufik saat ditemui, Senin (30/3) pagi.

Politisi PDI Perjuangan ini juga menegaskan akan segera menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan petani, baik terkait kebutuhan alat maupun kepastian lahan.

“Kami akan berkoordinasi dengan Pemda dan dinas terkait agar kebutuhan sarana prasarana seperti mesin pengering dan pencacah bisa segera terpenuhi. Begitu juga soal kepastian lahan, harus ada solusi yang jelas agar program ini bisa berjalan berkelanjutan,” tegasnya.

Menurutnya, dukungan fasilitas dan legalitas lahan adalah kunci untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani di Barito Utara. Melalui sinergi yang kuat antara petani, pemerintah, dan legislatif, diharapkan jagung hibrida dapat menjadi salah satu komoditas unggulan yang semakin maju. (Sah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Asah Lasso