Sinarkateng.com, MUARA TEWEH – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara dari Komisi II Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Suhendra, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Bupati dan Wakil Bupati Shalahuddin serta Felix Sonadie dalam merealisasikan peningkatan insentif bagi Damang dan Mantir Adat pada 100 hari pertama masa kerja.
Politikus yang terpilih dari Dapil III tersebut menegaskan bahwa kebijakan yang diimplementasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2025 bukan hanya wujud realisasi janji politik, tetapi juga investasi sosial dan budaya strategis untuk memperkuat ketahanan masyarakat adat.
“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati dan Wakil Bupati. Langkah ini sangat tepat dan memberikan dampak langsung. Para pemangku adat merupakan ujung tombak dalam menjaga kearifan lokal, menyelesaikan konflik, serta merawat harmoni masyarakat. Meningkatkan kesejahteraan mereka berarti memperkuat fondasi sosial budaya kita,” ujarnya di Muara Teweh pada Jumat (16/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa alokasi tambahan insentif signifikan – dari Rp100 ribu menjadi Rp500 ribu per bulan untuk Mantir Adat, dan dari Rp1,35 juta menjadi Rp2 juta untuk Damang – menunjukkan keseriusan Pemkab menghargai peran strategis para pemangku adat. “Ini bentuk penghargaan yang nyata, bukan sekadar simbolis. Dengan peningkatan ini, diharapkan para penjaga adat dapat lebih fokus dan bersemangat dalam menjalankan tugasnya,” tambahnya.
Selain itu, politisi yang aktif menyuarakan isu pemerintahan desa ini juga mendukung rencana perluasan perhatian kepada perangkat desa lain, seperti peningkatan insentif untuk BPD serta Ketua RT dan RW yang telah disiapkan untuk APBD 2026. “Saya mendukung penuh rencana ke depan ini. Memperkuat seluruh struktur pemerintahan dan kemasyarakatan di desa adalah kunci membangun Barito Utara dari bawah. Kebijakan berkesinambungan seperti ini yang kita harapkan,” terang alumnus STIE Indonesia Banjarmasin ini.
Dukungan dari legislator Fraksi PKB ini memperkuat legitimasi dan optimisme terhadap program prioritas kepala daerah. Komitmen bersama antara eksekutif dan legislatif dianggap sebagai modal penting untuk melanjutkan berbagai program pembangunan berbasis komunitas dan akar budaya di Kabupaten Barito Utara. (Sah)












