Sinarkalteng.com, MUARA TEWEH – H. Shalahuddin dan Felix SY. Tingan memberikan semangat kepada bayi Siti Halwatu Nahla yang sedang dirawat intensif di Ruang Mawar Kelas III RSUD Muara Teweh, Senin (9/2/2026), setelah mengikuti apel di halaman rumah sakit.
Kunjungan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait, antara lain Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Muara Teweh, serta tim dokter spesialis yang menangani pasien – meliputi spesialis anak, spesialis gizi, dan spesialis bedah.
Bayi yang akrab dipanggil Wawa berasal dari Desa Sikan RT 005 Kecamatan Montallat, anak dari pasangan Selvi Herlina. Ia telah menjalani perawatan di RSUD Muara Teweh sejak 8 Februari 2026. Pada kesempatan tersebut, Bupati secara khusus memberikan nama tambahan “Siti” kepada pasien sebagai bentuk doa dan dukungan moril bagi keluarga.
Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan pasien mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik. “Saya instruksikan Dinas Kesehatan dan RSUD Muara Teweh untuk memberikan perawatan maksimal kepada Siti Halwatu Nahla. Pemkab akan mendukung sepenuhnya segala kebutuhan proses pengobatan,” ucapnya.
Ia juga menyatakan bahwa jika diperlukan, pasien akan segera dirujuk ke rumah sakit rujukan dengan fasilitas dan tenaga medis yang lebih lengkap, baik di Banjarmasin maupun Pulau Jawa.
Ibu Selvi Herlina menyampaikan rasa haru dan ucapan terima kasih yang mendalam atas perhatian yang diberikan. “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati, Wakil Bupati, dan seluruh jajaran pemerintah yang telah menjenguk dan membantu keluarga kami,” katanya. Menurutnya, perhatian langsung dari pimpinan daerah memberikan semangat dan harapan besar dalam menghadapi proses pengobatan anaknya.
Hidrosefalus pada bayi adalah kondisi medis serius yang dapat terjadi saat atau setelah kelahiran, umumnya disebabkan oleh gangguan perkembangan otak dan tulang belakang yang menyebabkan penyumbatan aliran cairan serebrospinal di otak.
Kunjungan ini menjadi bukti kepedulian nyata Pemkab Barito Utara terhadap pelayanan kesehatan masyarakat, terutama bagi pasien dengan kondisi medis yang memerlukan penanganan khusus dan berkelanjutan. (Sah)












