Tekanan Karhutla Meningkat, Barito Utara Tetap Siaga Darurat Hingga Akhir September

Sinarkalteng.com, MUARA TEWEH – Hingga akhir Agustus 2026, tercatat 182 kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Barito Utara dengan luas lahan terbakar mencapai 124,19 hektare. Sementara itu, pemantauan juga mendeteksi 405 titik panas yang perlu diwaspadai.

Bupati Barito Utara H. Shalahuddin menyampaikan data tersebut dalam rapat evaluasi penanganan karhutla tingkat provinsi di Palangka Raya, Kamis (3/9/2026). Agustus tercatat sebagai bulan dengan tekanan karhutla tertinggi sepanjang tahun ini.

Status Siaga Darurat Karhutla masih berlaku hingga 29 September 2026, dan pemerintah telah menerbitkan larangan pembakaran hutan serta lahan. Penanganan difokuskan ke Kecamatan Teweh Selatan, Teweh Baru, dan Teweh Tengah, sementara Montallat menjadi prioritas utama pencegahan mengingat jumlah titik panasnya yang paling tinggi.

Sebanyak 150 personel telah disiapkan dan siap dikerahkan kapan saja. Mereka diperkuat oleh 45 regu Masyarakat Peduli Api, tiga Desa Tangguh Bencana, serta dukungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, dan dunia usaha. Beragam kendaraan pendukung pun telah disiapkan, termasuk 23 unit mobil tangki air.

“Kita siap bertindak. Namun dukungan sarana di pos lapangan dan kerja sama antar berbagai pihak tetap sangat dibutuhkan agar penanganan lebih cepat dan tepat sasaran,” tegas Shalahuddin. (Sah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *