Sinarkalteng.com, MUARA TEWEH – Sekolah-sekolah yang berhak menerima Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Kinerja di Kabupaten Barito Utara diminta memanfaatkan dana tersebut secara bijak. Bukan untuk kebutuhan rutin semata, melainkan harus benar-benar digunakan untuk hal-hal yang langsung meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Pandangan ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara, M. Iman Topik, S.IP., M.Si., saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Pemanfaatan BOSP Kinerja Terbaik Tahun 2026 di Aula Dinas Pendidikan, Selasa (14/7/2026).
“Dana ini bukan sekadar uang tambahan. Ini adalah bentuk penghargaan atas capaian yang sudah diraih sekolah, sekaligus peluang untuk terus berkembang lebih jauh,” ujarnya.
Iman berharap sekolah menyusun program yang terarah, terutama untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Pengembangan kompetensi guru serta inovasi dalam metode pembelajaran juga harus menjadi fokus utama. Ia menegaskan dana tersebut tidak boleh habis hanya untuk keperluan alat tulis kantor. “Tahun depan, sekolah harus bisa menunjukkan kemajuan yang nyata — baik dari hasil Asesmen Nasional, prestasi siswa, maupun lahirnya program-program unggulan yang baru,” tegasnya.
Dalam pengelolaannya, transparansi dan akuntabilitas tetap harus dijaga. Perencanaan sebaiknya melibatkan komite sekolah, dan pelaporan dilakukan melalui aplikasi ARKAS sesuai ketentuan. Dokumen pertanggungjawaban pun wajib dilengkapi dengan rapi agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Pengawas sekolah juga diminta tidak sekadar memantau, tetapi turut mendampingi sekolah dalam menjalankan programnya.
Pada akhirnya, sekolah penerima BOSP Kinerja diharapkan mampu menjadi teladan bagi sekolah lainnya, sehingga kualitas pendidikan di seluruh Barito Utara dapat terus meningkat bersama-sama. (Sah)












