Sinarkalteng.com, MUARA TEWEH – Bupati Barito Utara H. Shalahuddin membagikan kisah perjalanan hidup dan perjuangannya hingga dipercaya memimpin Kabupaten Barito Utara dalam acara pisah sambut Komandan Kodim 1013 Muara Teweh, yang digelar di Rumah Jabatan Bupati, Selasa (2/12/2025).
Dalam suasana penuh keakraban, Shalahuddin mengungkapkan bahwa proses menuju pelantikannya sebagai bupati memakan waktu yang cukup panjang, bahkan hampir dua tahun, dan disebutnya sebagai salah satu proses terlama di Indonesia.
Ia kemudian mengenang perjalanan pendidikannya yang dimulai dari bangku sekolah di Muara Teweh, melanjutkan studi di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, hingga meniti karier panjang di bidang pekerjaan umum. Salah satu posisi strategis yang pernah diembannya adalah Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Tengah selama tujuh tahun.
Shalahuddin juga menyinggung kegagalannya pada Pilkada 2013 yang menjadi pelajaran berharga dalam perjalanan politiknya. Pengalaman tersebut mendorongnya untuk kembali turun langsung ke masyarakat pada Pilkada 2025, dengan mengunjungi 93 desa dalam kurun waktu sekitar tiga bulan guna menyerap aspirasi warga secara langsung.
Pada kesempatan itu, Bupati Shalahuddin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kolonel Inf Agussalim Tuo-red atas pengabdian dan sinergi selama menjabat sebagai Dandim 1013 Muara Teweh, sekaligus menyambut Letkol Inf Nurwahid, S.IP sebagai pejabat baru.
Ia berharap kerja sama antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Barito Utara dapat terus terjalin kuat demi menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan daerah.
“Barito Utara telah melahirkan banyak putra terbaik bangsa. Sinergi dan kebersamaan harus terus kita jaga agar daerah ini semakin maju,” pungkasnya. (Sah)












