Sinarkalteng.com, MUARA TEWEH – Pembangunan kependudukan adalah fondasi strategis dalam perencanaan pembangunan daerah, demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dalduk, KB dan P3A) Kabupaten Barito Utara, Silas Patiung.
Hal ini diungkapkan saat pembukaan paparan awal penyusunan Dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Kabupaten Barito Utara Tahun 2025–2030, yang diadakan di Aula Setda Lantai I pada hari Jumat, 17 Oktober 2025.
“Kabupaten Barito Utara menghadapi dinamika kependudukan yang kompleks, termasuk perubahan struktur umur, peningkatan usia harapan hidup, mobilitas penduduk, serta tantangan dalam mewujudkan keluarga berkualitas,” jelas Silas Patiung.
Penyusunan peta jalan ini bertujuan untuk merumuskan arah kebijakan dan strategi pembangunan kependudukan yang terencana dan terukur. Selain itu, diharapkan dapat mengintegrasikan isu-isu kependudukan ke dalam perencanaan pembangunan lintas sektor.
Dokumen PJPK ini diharapkan menjadi panduan bagi perangkat daerah dan pemangku kepentingan dalam merancang program pembangunan yang berfokus pada pembangunan manusia secara menyeluruh, bukan hanya sekadar mencapai target sektoral.
Silas Patiung juga menyebutkan bahwa kegiatan ini didukung oleh alokasi dana dari Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Perubahan Tahun 2025 sebesar Rp 200 juta, yang dialokasikan untuk seluruh proses penyusunan dokumen PJPK.
“Kami mengharapkan dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah, akademisi, dan mitra pembangunan, agar dokumen ini dapat disusun secara komprehensif, terukur, dan aplikatif. Sehingga, dokumen ini menjadi pedoman yang efektif dalam mewujudkan penduduk yang tumbuh seimbang dan berkualitas,” tambahnya.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Barito Utara, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah, narasumber dari Universitas Palangka Raya, serta perwakilan dari berbagai perangkat daerah dan elemen masyarakat.
Dengan adanya dokumen PJPK ini, Pemerintah Kabupaten Barito Utara berharap dapat mengarahkan pembangunan daerah yang lebih berorientasi pada peningkatan kualitas hidup manusia, serta memaksimalkan manfaat bonus demografi secara berkelanjutan.
Perubahan utama dalam versi ini termasuk penggunaan sinonim untuk menghindari pengulangan kata, serta penekanan pada poin-poin penting agar lebih menonjol.(Sah)












