Sinarkalteng.com, MUARA TEWEH – Ketua PCNU Barito Utara, H Alpiansyah, menegaskan bahwa Muslimat NU memiliki peran penting sebagai penjaga mata rantai keilmuan dan benteng terdepan dalam mempertahankan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Hal ini disampaikan dalam Konfercab ke-9 Muslimat NU Barito Utara.
Alpiansyah menyatakan bahwa Muslimat NU adalah perawat mata rantai keilmuan yang menghubungkan umat dengan ulama hingga Rasulullah SAW. Mereka berperan besar dalam membentuk generasi yang mengenal Aswaja, menjaga akhlak, ukhuwah islamiyah, dan tradisi Aswaja.
Menurutnya, Muslimat NU adalah garda terdepan dalam menjaga identitas keislaman masyarakat di tengah globalisasi. Mereka memastikan Aswaja An-Nahdliyah tetap kokoh dan merawat tradisi toleransi serta moderasi Islam Nusantara.
Alpiansyah juga menekankan pentingnya kemandirian umat, terutama dalam bidang ekonomi dan sosial. Ia menyebut Muslimat NU sebagai arsitek utama kemandirian keluarga yang menggerakkan perekonomian mikro.
“Setiap unit Muslimat NU harus bisa menjadi pusat kegiatan dan penguatan masyarakat,” pungkas Alpiansyah, berharap Konfercab ini melahirkan inovasi baru dalam penguatan kesejahteraan keluarga berbasis kearifan lokal. (Sah)












